19 Juli 2018, Rekan Pers Berkumpul di Humas, Ada Apa? - Tiga Putra IPDN Bener Meriah Pindah Tugas - Plt. Bupati Bener Meriah Harap Kepala Sekolah Kerja Kreasi Inovatif - Pemkab Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung - Caleg Anggota DPRK Uji Mampu Baca Al-Qur an Berikut Hasilnya - PNS dan Non PNS di Bener Meriah Kembali Masuk 5 Hari Kerja - Lagi, Ratusan Sopir Dump Truk Datangi Kantor DPRK - Bener Meriah Kembali Masuk Dinas 5 Hari Kerja - Plt Bupati Bener Meriah Shalatkan Jenazah Rizki Saradiwa - Pesta Demokrasi AKBP Fahmi Irwan Ramli Meski Pilihan Berbeda, Tapi Tetap Bersaudara - Genab Setahun Plt Bupati Syarkawi Gelar Doa Bersama - Sekda Buka Pelatihan Kelembagaan Koperasi Dan UKM - Kuatkan Silaturrahim Plt Bupati Bener Meriah Kunjungi Ruslan Abdul Gani di Bandung - SITARJAN Hadir di Bener Meriah Apa Fungsinya - Plt Bupati Bener Meriah Serahkan Bantuan Masa Panik Korban Puting Beliung Pantan Sinaku -

PENDIDIKAN POLITIK

01-04-2018 21:18:22

Pada tahun 2019 nanti akan diadakan pesta demokrasi Pemilihan Umum anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota sekaligus juga pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Ada 14 Partai Politik yang sudah ditetapkan sebagai peserta pemilu mendatang, khusus untuk Aceh ditambah dengan 4 buah Partai Lokal.

Masih banyak pemahaman masyarakat sampai saat ini yang menganggap bahwa sistem politik adalah urusan pemerintah, sehingga masyarakat gampang dibodoh-bodohi dan diberi janji-janji yang muluk. Kebanyakan masyarakat tidak sadar akan peran, fungsi serta hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu sudah saatnya pendidikan politik kepada masyarakat perlu diwujudkan dalam suatu kegiatan yang nyata.

Pentingnya pendidikan politik bagi masyarat adalah untuk membangun minat dan kesadaran berpolitik agar masyarakat mampu berperan aktif terhadap perpolitikan bangsa dan menjadi pengawas kebijakan politik pemerintah. Pendidikan politik juga berguna untuk mempersiapkan mental dan pemikiran yang akan melahirkan para pemimpin dengan pemikiran yang matang.

Dengan pendidikan politik akan tercipta warga negara yang mengetahui hak dan kewajibannya dan menyadari bahwa hak dipilih dan hak memilih merupakan hak yang melekat pada dirinya serta menciptakan pemilih yang rasional dan menjauhkan pemilu dari money politic, karena pemilih yang cerdas akan menyadari bahwa uang tidak dapat membeli hak suara. Pendidikan politik juga diharapkan akan membentuk pemilih yang tidak lagi memilih secara emosional maupun subjektif, tetapi lebih kepada program-program yang akan dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat sehingga suara-suara dalam pemilu menjadi lebih berkualitas.


 
 
 
 
Facebook Fans Page