Penaikan dan Penurunan Bendera berjalan baik, Ketua Purna Paskibraka Bener Meriah Beri Apresiasi - Dihari Kemerdekaan, 28 Napi Rutan Kelas B Bener Meriah Mendapat Remisi - Kapolres Bener Meriah Pimpin Inspektur Upacara HUT RI - Umah Pitu Ruang Bale Atu Start Karnaval Bener Meriah - Plh Bupati Bener Meriah Sidak RSUD Muyang Kute - SMP M Teritit Raih Juara I Lomba Baris-Berbaris - Plt Bupati Bener Meriah Promosikan Kopi Gayo di Tanah Suci Mekah - RRI Rimba Raya akan Mengudara Pada 11 September 2018 - Hiburan Tampil di Anjungan Bener Meriah Grup Didong ARITA Bawa Tema Sejarah Radio Rimba Raya - 11 Agustus Seniman Bener Meriah Tampil Didong - 432 Peserta Meriahkan Festival Pensil 2 Kabupaten - Foto-foto Anjungan Stand Bener Meriah Di Malam Hari - Peringati 17 Agustus 2018, Dinas Pendidikan Gelar Cerdas Cermat SMP Se-Kabupaten Bener Meriah. - Ismarissiska Jadi Plh Bupati Bener Meriah, Ada Apa? - Pelawak Gayo Dari Bener Meriah Raih Juara Tiga -

Bupati Ahmadi : 2018 Tidak Bolah Memakai Kerawang Gayo Sablonan

12-01-2018 02:12:27

Bupati Ahmadi  : 2018 Tidak Bolah Memakai Kerawang Gayo Sablonan

REDELONG : Bupati Kabupaten Bener Meriah Ahmadi, SE akan membuat surat edaran untuk pegawai dalam lingkungan Pemerintahan daerah Kabupaten Bener Meriah  dan sekolah terkait pemakaian baju kerawang.

Hal tersebut disampaikan Ahmadi saat membuka secara resmi lomba desain atribut kerawang Gayo dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Ke-14 Kabupaten Bener Meriah di Aula Setdakab Bener Meriah, Rabu (10-1-2018)

"Saya sudah berkomitmen dalam waktu dekat ini saya akan membuat surat edaran untuk PNS dan anak sekolah untuk memakai baju kerawang dalam satu minggu itu satu hari menggunakan kerawang Gayo."terangnya.

Lanjut Ahmadi, hal tersebut merupakan sebagai komitmen kita untuk menjaga warisan budaya dari nenek mayong kita. "Saya juga tidak menyetujui kalau motif kerawang Gayo dalam bentuk sablon, karena itu dapat mencederai jatidiri kita sebagai oarng Gayo."kata bupati.

Orang nomor satu di Kabupaten Bener Meriah itu juga menegaskan, mulai dari 2018 ini hingga seterusnya tidak ada lagi yang menggunakan atau mengenakan kerawang Gayo dalam bentuk sablon, "mulai 2018 ini saya melarang pemakaian kerawang dalam bentuk sablon, karena dengan menyablon kerawang Gayo itu sama saja kita sudah merusak jatidiri kita sendiri."tegas Bupati Ahmadi(Humas Setdakab Bener Meriah)