Penaikan dan Penurunan Bendera berjalan baik, Ketua Purna Paskibraka Bener Meriah Beri Apresiasi - Dihari Kemerdekaan, 28 Napi Rutan Kelas B Bener Meriah Mendapat Remisi - Kapolres Bener Meriah Pimpin Inspektur Upacara HUT RI - Umah Pitu Ruang Bale Atu Start Karnaval Bener Meriah - Plh Bupati Bener Meriah Sidak RSUD Muyang Kute - SMP M Teritit Raih Juara I Lomba Baris-Berbaris - Plt Bupati Bener Meriah Promosikan Kopi Gayo di Tanah Suci Mekah - RRI Rimba Raya akan Mengudara Pada 11 September 2018 - Hiburan Tampil di Anjungan Bener Meriah Grup Didong ARITA Bawa Tema Sejarah Radio Rimba Raya - 11 Agustus Seniman Bener Meriah Tampil Didong - 432 Peserta Meriahkan Festival Pensil 2 Kabupaten - Foto-foto Anjungan Stand Bener Meriah Di Malam Hari - Peringati 17 Agustus 2018, Dinas Pendidikan Gelar Cerdas Cermat SMP Se-Kabupaten Bener Meriah. - Ismarissiska Jadi Plh Bupati Bener Meriah, Ada Apa? - Pelawak Gayo Dari Bener Meriah Raih Juara Tiga -

MPU Bener Meriah Himbau Penyuntikan Vaksin Rubella Ditunda

08-08-2018 11:56:31

Rubernews.com | Majelis Permusyawaratan Ulama Kabupaten Bener Meriah menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan Dinas Kesehatan di Kabupaten itu untuk menunda penyuntikan vaksin Measles Rubella (MR) yang dicanangkan pemerintah, karena zat yang terkandung didalamnya masih diragukan kehalalan.

“Selama Majelis Ulama Indonesi (MUI) Pusat belum mengeluarkan fatwa tentang halal dan haramnya, vaksin Measles Rubella (MR) kami minta kampanye penyuntikan di Bener Meriah ditunda sementara waktu,”  ungkap Ketua MPU setempat Tgk Al-Muzani kepada Rubernews.com, Minggu (05/08/2018) di Redelong.

Ia menambahkan, untuk mengobati keresahan masyarakat mengenai halal dan haramnya vaksin Measles Rubella (MR), Pemerintah Daerah dalam hal ini Plt Bupati supaya dapat menyurati dinas terkait untuk dilakukan penundaan penyuntikan.

“Hingga saat ini MUI pusat belum mengeluarkan keputusan secara resmi, maka kami himbau kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah dalam kampanye penyuntikan Vaksin Measles Rubella (MR) ditunda sementara, ini dilakukan supaya dapat mengobati keresahan ditengah-tengah masayarakat akan masalah halal dan haramnya,” terang Tgk Al-Muzani.

Hingga saat ini pihaknya belum melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Bener Meriah, “Sama pak Bupati kami telah menyarankan, kami bukan tidak setuju mengenai penyuntikan vaksin MR itu diilakukan, namun kami juga harus tunduk kepada fatwa MUI pusat,” timpal Tgk Al-Muzani

Ia mengaku, Sebelumnya dinas kesehatan telah menyuntik beberapa siswa yang ada di Kabupaten Bener Meriah itu dikarenakan secara faktor kedinasan, “mungkin faktor secara kedinasan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, ada sebahagian sudah ditunda dan ada sebahagian sedang berjalan,” jelasnya.

Faktor disegi hukum, latar belakang dari unsur  yang tidak dibenarkan dalam Syari’at, MPU Bener Meriah secara tegas menolak, jika vaksin Measles Rubella (MR) itu kandunganya sudah dilakukan penelitian lebih dalam oleh MUI pusat pihaknya akan merasa legowo.

“Surat MUI Nomor:B-904/DP-MUI/VII/2018, perihal Vaksin MR, yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan RI, memang benar, namun apapun keputusan akhirnya nanti kami akan legowo,” tutup.

 

Sumber : http://benermeriahkab.go.id/index.php?page=detail&ei=T1RrNA==http://benermeriahkab.go.id/index.php?page=detail&ei=T1RrNA==